Loading
Sejarah Singkat Silat Mingkabau yang Legendaris

Sejarah Singkat Silat Mingkabau yang Legendaris

PENCAK SILAT.TV-  Sejarah Singkat Silat Mingkabau yang Legendaris.

Pencak silat merupakan seni bela diri yang memperhatikan sapek mental dan spiritual.

Karena dalam pelatihannya tidak hanya dibutuhkan fisik yang kuat saya tapi kekuatan mental dan jiwa spiritual yang kuat pula.

Pencak silat juga menjadi budaya Indonesia untuk mempertahan diri perlawanan dan serangan.

Di Indonesia, hampir setiap daerah mempunyai karakteristik dan pencak silat tersendiri, seperti suku minang yang mempunyai silat Minangkabau.

Mingkabau merupakan kerajaan pertama yang terbentuk di Paringan yaitu lereng tenggara gunung Merapi.

Disitulah terbentuknya kepribadian kepribadian dan kebudayaan dari suku Minangkabau

Pada tahun 730 seorang raja yang bernama Raja Indrawarman karena campur tangan politik Cina T`ang yang menganut agama Budha.

Raja Indrawarman yang menggantikan ayahanda Sri Maharaja Lokita Warman (718 M) sudah menganut agama Islam.

Hal itu menyebabkan Cina T`ang merasa dirugikan oleh hubungan Raja Minangkabau dengan Bani Umayyah.

Keturunan para pengawal kerajaan Minangkabau dari Pariangan tidak lagi secara murni mewarisi silat yang terbawa dari sumber asal semula.

Akan tetapi mereka juga mempunyai kepandaian pusaka secara turun temurun.

Ilmu silat itu sudah mengalami adaptasi mutlak dengan lingkungan alam Minangkabau.

Karena adanya pengaruh ajaran Ninik Datuk Suri Diraja yang mengajarkan silat kepada keturunan para pengawal tersebut mengakibatkan timbulnya perpaduan antara silat-silat pusaka yang mereka terima dari nenek moyang masing-masing dengan ilmu silat ciptaan Ninik Datuk Suri Dirajo.

Ninik Datuk Suri Dirajo merupakan seorang penasehat Sultan Sri Maharaja Diraja. Dia juga dikenal sebagai ahli filsafat dan negarawan kerajaan di masa itu.

Serta orang pertama kalinya yang membangun dasar-dasar adat Minangkabau, kemudian disempurnakan oleh Datuk Nan Baduo, yang dikenal dengan gelar Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang.

Ninik Datuk Suri Diraja itulah yang menciptakan bermacam-macam kesenian dan alat-alatnya, seperti pencak, tari-tarian yang diangkatkan dari gerak-gerak silat serta membuat talempong, gong, gendang, serunai, harbah, kecapi, dl

Beliau itu jugalah yang menciptakan bermacam-macam cara berpakaian, seperti bermanik pada leher dan gelang pada kaki dan tangan serta berhias, bergombak satu,empat, dsb.

Pengawal-pengawal Sultan Sri Maharaja Diraja yang bernama Kucieng Siam, Harimau Campo, Kambieng Utan, dan Anjieng Mualim menerima warisan ilmu silat sebahagian besarnya dari Ninik Datuk Dirajo.

Meskipun kepandaian silat pusaka yang mereka miliki dari negeri asal masing-masing sudah ada juga.

Dalam hal ini dimaksudkan bahwa keempat pengawal kerajaan itu pada mulanya berasal dari berbagai kawasan yang berada di sekitar Tanah Basa ( Tanah Asal) , yaitu di sekitar lembah Hindustan dahulunya.

Mereka merupakan keturunan dari pengawal-pengawal nenek moyang yang mula-mula sekali menjejakkan kaki di kaki gunung Merapi. Nenek moyang yang pertama itu bernama Dapunta Hyang.

Kucieng Siam, seorang pengawal yang berasal dari kawasan Kucin-Cina (Siam), Harimau Campo, seorang pengawal yang gagah perkasa, terambil dari kawasan Campa.

Sedangkan Kambieng Utan , seorang pengawal yang berasal dari kawasan Kamboja, dan Anjieng Mualim, seorang pengawal yang datang dari Persia/Gujarat.

Ninik Datuk Suri Diraja telah memformulasi dan menyeragamkan ilmu silat yang berisikan sistem dan metode bagi silat Minang yaitu Langkah Tigo, Langkah Ampek, dan Langkah Sembilan.

Beliau tidak hanya mengajarkan ilmu silat yang berbentuk lahiriyah saja, melainkan ilmu silat yang bersifat batiniyah.

Ilmu silat tersebut diturunkan kepada murid-murid, agar mutu silat mempunyai bobot yang dikehendaki.

Selain itu  setiap pengawal akan menjadi seorang yang sakti mendraguna, dan berwibawa.

Itulah sejarah singkat dari silat Minangkabau yang legendaris. (MAR)*

Top